First day TO

Bismillah...
Aku kayak nggak percaya deh,masak hari ini udah TO.cepet bgt sih,ciyusss nggak sih ? *alay on
secara materi belum semuanya diungkap secara lebih,masak iya udah TO aja.
oke,fighter dmna2 hrus berjuang !!!
AKU MAU LULUS UN 2013 !!! DAN HARUS LULUS !!!
Hari ini jadwal TO nya bahasa indonesia,mata pelajaran yang banyak temenku bilang, "bahasa indonesia itu yang dipelajari apa ya? bingung nih" ya aku sih kadang juga mikir gitu,yang penting kita belajar sesuai KISI-KISI UN yg terbaru aja.
Masuk ruang tes nya itu kira kira pukul 08.00 WIB,padahal ini masih setengah tujuh,kebayang masih berapa jam lagi mulainya,,aku mulai ngebayangin suasana tanggal 15 april besok sambil memegang buku detik2 bahasa indonesiaku,menatap ruangan dimana aku duduk paling depan deret ke 2 deket pintu masuk.Sebenarnya sih nggak masalah mau duduk di depan atau belakang,ini kan TO.Ini adalah ajang kita untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita TANPA MENCONTEK TEMAN!!! .
percuma dong,diadain TO tpi kita ttep nyontek,mending gk ush ikut TO sekalian -,- .
UN juga bakal 20 paket,jadi kita harus latihan mengerjakan sendiri.
OPTIMIS,KITA PASTI BISA !!!
SEMANGAT FOR UN 2013 !!

                                    fighterUN'13,@Restusyamsi :*

DIALOG PRIA INGGRIS DENGAN SEORANG SYAIKH

Dialog ini hanya sekedar gambaran,
bagaimana Islam memberlakukan
wanita. Disamping hukumnya dalam
Islam telah jelas, dan Islam
memuliakan kaum Wanita. Alangkah
baiknya jika dialog dengan logika ini
bisa dijadikan cerminan pula dalam
menyampaikan kebenaran. Silahkan
disebar di BM, SMS, Yahoo Chat,
Whatsup Android dan sejenisnya,
selamat menikmati eh mengikuti
Barakallaah :
Ada seorang pria inggris bertanya
kepada seorang Syaikh dari Makkah,
dengan pertanyaan sbb : Hallo Syaikh,
Why, Ehm ..Kenapa dalam Islam wanita
tdk boleh bersentuhan dengan
sembarang pria ?
Syaikh menjawab: Bisakah kamu
berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?
Lelaki inggris menjawab: Oh tentu tidak
bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa
berjabat tangan dengan ratu
Syaikh tersenyum & berkata: Wanita2
kami (Kaum muslimin) adalah para
ratu, & ratu tidak boleh bersentuhan
dengan pria sembarangan (yg bukan
mahramnya)
Lalu si inggris bertanya lagi : Kenapa
perempuan Islam menutupi tubuh dan
rambut mereka?
Syekh tersenyum dan punya 2 permen,
ia membuka yang pertama terus yang
satu lagi tertutup. dia melemparkan
keduanya kelantai.
Syaikh bertanya: Jika saya meminta
anda untuk mengambil satu permen,
mana yang anda pilih?
Si inggris menjawab: Yang tertutup..
Syeikh berkata: Itulah cara kami
memperlakukan dan melihat
perempuan kami
Si Inggris menjawab : Wow Islam is
Amazing.. Yaa Syaikh
---------------------------------------------
--------------------------
Ayo Istighfar 3x ramai-ramai kemudian
tulis Astaghfirullaah, Semoga kita
semua dijauhkan dari segala macam
bala, mulai..

...CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE part 2 ...

seisi ruangan
hening dan turut serta larut dalam
emosi kepedihan pak Habibie, apalagi
aku tanpa terasa air mata mulai
menggenang.
Dengan suara bergetar dan setengah
terisak pak Habibie melanjutkan…………
…………
“Dik, kalian tau……………..2 minggu
setelah ditinggalkan ibu…………suatu
hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki
dan berjalan mondar-mandir di ruang
keluarga sendirian sambil memanggil-
manggil nama ibu……… Ainun………
Ainun …………….. Ainun …………..saya
mencari ibu di semua sudut rumah.
Para dokter yang melihat
perkembangan saya sepeninggal ibu
berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam
waktu 3 bulan jika terus begini…………..’
mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus
tolong Habibie’.
Para Dokter dari Jerman dan Indonesia
berkumpul lalu saya diberinya 3
pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi
obat khusus sampai saya dapat
mandiri meneruskan hidup. Artinya
saya ini gila dan harus dirawat di
Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan
mengunjungi saya di rumah, saya
harus berkonsultasi terus-menerus
dengan mereka dan saya harus
mengkonsumsi obat khusus. Sama
saja, artinya saya sudah gila dan harus
diawasi terus……………
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka
untuk menuliskan apa saja mengenai
Ainun, anggaplah saya bercerita
dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang
ketiga……………………….”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat
sesuatu (kita yang biasa
mendengarkan beliau juga pasti
maklum bahwa gaya bicara pak
Habibie seperti meloncat kesana-
kemari dan kadang terputus karena
proses berpikir beliau sepertinya lebih
cepat dibandingkan kecepatan
berbicara dalam menyampaikan
sesuatu) …………………. ia melanjutkan
pembicaraannya;
“Dik, hari ini persis 600 hari saya
ditinggal Ainun…………..dan hari ini
persis 597 hari Garuda Indonesia
menjemput dan memulangkan ibu
Ainun dari Jerman ke tanah air
Indonesia…….
Saya tidak mau menyampaikan ucapan
terima kasih melalui surat…………. saya
menunggu hari baik, berminggu-mingg
u dan berbulan-bulan untuk mencari
momen yang tepat guna
menyampaikan isi hati saya. Hari ini
didampingi anak saya Ilham dan
keponakan saya, Adri maka saya,
Habibie atas nama seluruh keluarga
besar Habibie mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda
Indonesia telah mengirimkan sebuah
Boeing B747-400 untuk menjemput
kami di Jerman dan memulangkan ibu
Ainun ke tanah air bahkan
memakamkannya di Taman Makam
Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan
besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi,
saya mengucapkan terima kasih atas
bantuan Garuda Indonesia”
Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak
kuasa lagi membendung air
mata…………………………
Setelah jeda beberapa waktu, pak
Habibie melanjutkan pembicaraannya;
“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati
kepada Ainun, lalu beberapa kerabat
menyarankan agar semua tulisan saya
dibukukan saja, dan saya
menyetujui…………………
Buku itu sebenarnya bercerita tentang
jalinan kasih antara dua anak manusia.
Tak ada unsur kesukuan, agama, atau
ras tertentu. Isi buku ini sangat
universal, dengan muatan budaya
nasional Indonesia. Sekarang buku ini
atas permintaan banyak orang telah
diterjemahkan ke beberapa bahasa,
antara lain Inggris, Arab, Jepang…..
(saya lupa persisnya, namun pak
Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa
asing).
Sayangnya buku ini hanya dijual di satu
toko buku (pak Habibie menyebut
nama satu toko buku besar), sudah
dicetak 75.000 eksemplar dan langsung
habis. Banyak orang yang ingin
membaca buku ini tapi tak tahu
dimana belinya. Beberapa orang di
daerah di luar kota besar di Indonesia
juga mengeluhkan dimana bisa beli
buku ini di kota mereka.
Dik, asal you tahu…………semua uang
hasil penjualan buku ini tak satu
rupiahpun untuk memperkaya Habibie
atau keluarga Habibie. Semua uang
hasil penjualan buku ini dimasukkan ke
rekening Yayasan yang dibentuk oleh
saya dan ibu Ainun untuk menyantuni
orang cacat, salah satunya adalah para
penyandang tuna netra. Kasihan
mereka ini sesungguhnya bisa bekerja
dengan nyaman jika bisa melihat.
Saya berikan diskon 30% bagi pembeli
buku yang jumlah besar bahkan saya
tambahkan lagi diskon 10% bagi
mereka karena saya tahu, mereka
membeli banyak buku pasti untuk
dijual kembali ke yang lain.
Sekali lagi, buku ini kisah kasih
universal anak manusia dari sejak tidak
punya apa-apa sampai menjadi
Presiden Republik Indonesia dan Ibu
Negara. Isinya sangat inspiratif……………
….”
***
Saya menuliskan kembali pertemuan
pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda
Indonesia karena banyak kisah
inspiratif dari obrolan tersebut yang
barangkali berguna bagi siapapun yang
tidak sempat menghadiri pertemuan
tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada
kekurangan penulisan disana-sini
karena tulisan ini disusun berdasarkan
ingatan tanpa catatan maupun
rekaman apapun.
Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo
***
Cerita itu saya kutip dari notes
facebook disini, sebuah renungan yang
seharusnya menjadi perhatian bagi
kita. Betapa menyedihkan sebuah
bangsa yang tak pernah menghargai
orang berilmu! Tak pernah memberi
kesempatan kepada anak bangsa
untuk menjadikan bangsanya mandiri!
Entah ada apa dengan negara ini…!
Entah dimana mata dan telinga para
penguasa diletakkan!
Saya seorang peneliti, yang tahu betul
bagaimana kami dilatih untuk
bertindak. Bahwa kami harus
melakukan segala macam upaya agar
output yang dihasilkan adalah output
yang QCD!
Tak sekali dua kali proposal yang
sudah kami susun berhari-hari bahkan
berminggu-minggu mengalami
pernyempurnaan di segala sisi? Tak
sekali dua kali para evaluator selalu
menjadi pendamping kami dalam
melaksanakan serangkaian percobaan.
Tak sedikit pikiran dan tenaga kami
habis untuk bagaimana selalu
menyempurnakan metode hingga
output tercapai. Kami juga kadang tak
berontak saat kerja bertahun-tahun
tapi gaji yang kami dapat hanya setara
dengan goyangan ngebor Inul satu
jam! dan yang lebih menyedihkan,
karya kami hanya mendapat cibiran,
jika tidak akhirnya dipinggirkan!
Entah apa yang ada di benak para
penguasa negeri ini! sepertinya posisi
orang berilmu memang sudah tak lagi
mendapat tempat, jadi siapa yang
salah jika akhirnya mereka mencari
tempat lain?
Dan saya perempuan, dan seorang
muslimah. Maka apapun profesi saya,
saya tetaplah muslimah dan
perempuan. Seseorang yang
mendapat kehormatan dan kemuliaan
menjadi seorang Ummu warobatul
bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur
rumah tangga.
Maka jika aktivitas dan profesi yang
kutekuni menjadikanku abai terhadap
peranku, aku akan meninggalkannya
dan memilih tempat yang lebih
memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan
pengatur rumah tangga. Bukan
seorang Ibu semu, yang hanya
berperan melahirkan dan memberi
makan, tanpa pernah menjadi teladan,
pengajar, pendengar dan teman untuk
anak-anaknya…
Dan entah apa yang ada di benak para
penguasa negeri ini, jika RUU
Kesetaraan Gender lalu diketok palu
menjadi UU!… bersiaplah menjadi
orang-orang yang menggoreskan
catatan sedih, dengan kebijakan negeri
ini…
***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan
nikmat-Nya sempurnalah semua
kebaikan ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka
pintu hati kita yang telah lama
terkunci ...

Sumber : Fp islami :)

...CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada
usianya 74 tahun, mantan Presiden RI,
BJ Habibie secara mendadak
mengunjungi fasilitas Garuda
Indonesia didampingi oleh putra
sulung, Ilham Habibie dan
keponakannya, Adri Subono, juragan
Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan
disambut oleh President & CEO,
Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh
Direksi dan para VP serta Area Manager
yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video
mengenai Garuda Indonesia
Experience dan presentasi perjalanan
kinerja Garuda Indonesia sejak tahun
2005 hingga tahun 2015 menuju
Quantum Leap.
Sebagai “balasan” pak Habibie
memutarkan video tentang
penerbangan perdana N250 di
landasan bandara Husein
Sastranegara, IPTN Bandung tahun
1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).
Entah, apa pasalnya dengan memutar
video ini?
Video N250 bernama Gatotkaca terlihat
roll-out kemudian tinggal landas
secara mulus di-escort oleh satu
pesawat latih dan sebuah pesawat
N235. Pesawat N250 jenis Turboprop
dan teknologi glass cockpit dengan
kapasitas 50 penumpang terus
mengudara di angkasa Bandung.
Dalam video tsb, tampak hadirin yang
menyaksikan di pelataran parkir, antara
lain Presiden RI Bapak Soeharto dan
ibu, Wapres RI bapak Soedarmono,
para Menteri dan para pejabat teras
Indonesia serta para teknisi IPTN.
Semua bertepuk tangan dan
mengumbar senyum kebanggaan atas
keberhasilan kinerja N250. Bapak
Presiden kemudian berbincang melalui
radio komunikasi dengan pilot N250
yang di udara, terlihat pak Habibie
mencoba mendekatkan telinganya di
headset yang dipergunakan oleh
Presiden Soeharto karena ingin ikut
mendengar dengan pilot N250.
N250 sang Gatotkaca kembali
pangkalan setelah melakukan
pendaratan mulus di
landasan………………
Di hadapan kami, BJ Habibie yang
berusia 74 tahun menyampaikan cerita
yang lebih kurang sbb:
“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus
SMA tahun 1954!” beliau membuka
pembicaraan dengan gayanya yang
khas penuh semangat dan memanggil
semua hadirin dengan kata “Dik”
kemudian secara lancar beliau
melanjutkan……………..
“Presiden Soekarno, Bapak
Proklamator RI, orator paling unggul,
…….itu sebenarnya memiliki visi yang
luar biasa cemerlang! Ia adalah
Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu
persis sebagai Insinyur………Indonesia
dengan geografis ribuan pulau,
memerlukan penguasaan Teknologi
yang berwawasan nasional yakni
Teknologi Maritim dan Teknologi
Dirgantara.
Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI.
Para pelajar SMA unggulan
berbondong-bondong disekolahkan
oleh Presiden Soekarno ke luar negeri
untuk menimba ilmu teknologi Maritim
dan teknologi dirgantara.
Saya adalah rombongan kedua
diantara ratusan pelajar SMA yang
secara khusus dikirim ke berbagai
negara. Pendidikan kami di luar negeri
itu bukan pendidikan kursus kilat tapi
sekolah bertahun-tahun sambil bekerja
praktek. Sejak awal saya hanya tertarik
dengan ‘how to build commercial
aircraft’ bagi Indonesia.
Jadi sebenarnya Pak Soeharto,
Presiden RI kedua hanya melanjutkan
saja program itu, beliau juga bukan
pencetus ide penerapan ‘teknologi’
berwawasan nasional di Indonesia.
Lantas kita bangun perusahaan-peru
sahaan strategis, ada PT PAL dan salah
satunya adalah IPTN”.
“Sekarang Dik,…………anda semua lihat
sendiri…………..N250 itu bukan pesawat
asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah
terbang tanpa mengalami ‘Dutch
Roll’ (istilah penerbangan untuk
pesawat yang ‘oleng’) berlebihan,
tenologi pesawat itu sangat canggih
dan dipersiapkan untuk 30 tahun
kedepan, diperlukan waktu 5 tahun
untuk melengkapi desain awal, satu-
satunya pesawat turboprop di dunia
yang mempergunakan teknologi ‘Fly by
Wire’ bahkan sampai hari ini.
Rakyat dan negara kita ini
membutuhkan itu! Pesawat itu sudah
terbang 900 jam (saya lupa persisnya
900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi
masuk program sertifikasi FAA. IPTN
membangun khusus pabrik pesawat
N250 di Amerika dan Eropa untuk
pasar negara-negara itu.Namun, orang
Indonesia selalu saja gemar bersikap
sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa
mungkin orang Indonesia bikin
pesawat terbang?”
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar
IPTN ditutup dan begitu pula dengan
industri strategis lainnya.
“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3
negara yang menutup industri
strategisnya, satu Jerman karena
trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan
Indonesia………….”
“Sekarang, semua tenaga ahli
teknologi Indonesia terpaksa diusir dari
negeri sendiri dan mereka bertebaran
di berbagai negara, khususnya pabrik
pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan
Eropa…………….”
“Hati siapa yang tidak sakit
menyaksikan itu semua…………………?”
“Saya bilang ke Presiden, kasih saya
uang 500 juta Dollar dan N250 akan
menjadi pesawat yang terhebat yang
mengalahkan ATR, Bombardier,
Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu
tergantung dengan negara manapun”.
“Tapi keputusan telah diambil dan para
karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu
harus mengais rejeki di negeri orang
dan gilanya lagi kita yang beli pesawat
negara mereka!”
Pak Habibie menghela
nafas…………………..
***
Ini pandangan saya mengenai cerita
pak Habibie di atas;
Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan
oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu,
Capt. Susatyawanto untuk masuk
sebagai salah satu anggota tim Airline
Working Group di IPTN dalam kaitan
produksi pesawat jet sekelas B737
yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas
130 penumpang).
Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk
sebagai Co-Chairman Preliminary Flight
Deck Design N2130 yang langsung
bekerja dibawah kepala proyek N2130
adalah Ilham Habibie. Kala itu N250
sedang uji coba terus-menerus oleh
penerbang test pilot (almarhum)
Erwin.
Saya turut mendesain rancang-bangun
kokpit N2130 yang serba canggih
berdasarkan pengetahuan teknis saat
menerbangkan McDonnel Douglas
MD11. Kokpit N2130 akan menjadi
mirip MD11 dan merupakan kokpit
pesawat pertama di dunia yang
mempergunakan LCD pada panel
instrumen (bukan CRT sebagaimana
kita lihat sekarang yang ada di pesawat
B737NG).
Sebagian besar fungsi tampilan layar di
kokpit juga mempergunakan “track ball
atau touch pad” sebagaimana kita lihat
di laptop.
N2130 juga merupakan pesawat jet
single aisle dengan head room yang
sangat besar yang memungkinkan
penumpang memasuki tempat duduk
tanpa perlu membungkukkan badan.
Selain high speed sub-sonic, N2130
juga sangat efisien bahan bakar karena
mempergunakan winglet, jauh
sebelum winglet dipergunakan di
beberapa pesawat generasi masa kini.
Saya juga pernah menguji coba
simulator N250 yang masih prototipe
pertama……………..
N2130 narrow body jet engine dan
N250 twin turboprop, keduanya sangat
handal dan canggih kala itu………
bahkan hingga kini.
Lamunan saya ini, berkecamuk di
dalam kepala manakala pak Habibie
bercerita soal N250, saya memiliki
kekecewaan yang yang sama dengan
beliau, seandainya N2130 benar-benar
lahir………….kita tak perlu susah-susah
membeli B737 atau Airbus 320.
***
Pak Habibie melanjutkan
pembicaraannya………………..
“Hal yang sama terjadi pada prototipe
pesawat jet twin engines narrow body,
itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala
Proyek N2130. Ia bukan karena anak
Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah
khusus mengenai manufakturing
pesawat terbang, kalau saya
sebenarnya hanya ahli dalam bidang
metalurgi pesawat terbang. Kalau saja
N2130 diteruskan, kita semua tak perlu
tergantung dari Boeing dan Airbus
untuk membangun jembatan udara di
Indonesia”.
“Dik, dalam industri apapun kuncinya
itu hanya satu QCD,
Q itu Quality, Dik, anda harus buat
segala sesuatunya berkualitas tinggi
dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan
harga serendah mungkin agar mampu
bersaing dengan produsen sejenis? D
itu Delivery, biasakan semua produksi
dan outcome berkualitas tinggi dengan
biaya paling efisien dan disampaikan
tepat waktu!Itu saja!”
Pak Habibie melanjutkan penjelasan
tentang QCD sbb:
“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1,
C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1
pula, jika dijumlah maka menjadi 3.
Tapi cara kerja QCD tidak begitu
Dik………….organisasi itu bekerja saling
sinergi sehingga yang namanya QCD
itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau
bahkan 30.000 sangat tergantung
bagaimana anda semua
mengerjakannya, bekerjanya harus
pakai hati Dik………………”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti
merenung sejenak mengingat-ingat
sesuatu ………………………
“Dik, ……….saya ini memulai segala
sesuatunya dari bawah, sampai saya
ditunjuk menjadi Wakil Dirut
perusahaan terkemuka di Jerman dan
akhirnya menjadi Presiden RI, itu
semua bukan kejadian tiba-tiba.
Selama 48 tahun saya tidak pernah
dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu
Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja
saya pergi dengan penuh kasih sayang
dan rasa sabar.
Dik, kalian barangkali sudah biasa
hidup terpisah dengan istri, you pergi
dinas dan istri di rumah, tapi tidak
dengan saya. Gini ya…………saya mau
kasih informasi……….. Saya ini baru
tahu bahwa ibu Ainun mengidap
kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak
pernah ada tanda-tanda dan tak
pernah ada keluhan keluar dari
ibu……………………”
Pak Habibie menghela nafas panjang
dan tampak sekali ia sangat emosional
serta mengalami luka hati yang
Mendalam......

HARUSKAH MEMBERI PEMINTA- MINTA ?

Di Sebuah Pengajian salah seorang
Santri bertanya kepada gurunya :
" Guru, mengapa kita perlu
bersedekah ? Haruskah kita memberi
kepada peminta-minta yg sering
mendatangi rumah kita ? Padahal kita
tdk yakin apakah mereka itu layak atau
tidak diberi sedekah ?..."
Sang Kyai yg bijak tsb sambil
tersenyum menjawab....
"Kalau kita ingin mengirim sesuatu ke
tempat yg jauh lewat ekspedisi, kira-2
perlu biaya yg mahal nggak ya ? "
"Oh Iya pasti Guru ...biayanya pasti
mahal karena alamat yg dituju sangat
jauh" jawab salah seorang santri.
" Oke, nah sekarang Guru tanya, jika
ternyata ada orang yg datang ke rumah
kita dan dia bersedia mengantarkan
paket kita ke tempat yg jauh tsb , dan
sama sekali tdk dipungut biaya alias
Gratis, ada yang mau nggak " tanya Pak
Kyai tsb kemudian.
" Ya tentu kita semua mau Guru"
jawab beberapa santri hampir
berbarengan.
" Nah, begitulah seharusnya... Paket itu
bisa kita umpamakan dgn sedekah
kita .....Kita semua disini meyakini utk
hidup selamat nantinya dikehidupan
abadi kelak setelah kita mati,... maka
kita perlu banyak membawa bekal ke
akhirat termasuk sedekah kita.......Ada
yang tahu diantara santri2 ku sekarang
ini, persisnya di mana akhirat itu ? Jauh
apa dekat ya ?" Tanya sang Guru lagi.
Semua Santri terdiam...karena
memang tdk ada yg tahu jawabannya...
"Nah.....peminta-minta tsb bisa kita
samakan dgn orang yg datang ke
rumah kita... dan dia mau
mengantarkan paket atau sedekah kita
ke akhirat yang kita sendiri tidak tahu
berapa jauh dan dimana akhirat itu,...
secara gratis lagi tanpa dipungut biaya
seperserpun ..., dan hanya peminta2
itulah yang tahu persis
alamatnya....bahkan dia menjamin
paket tsb pasti sampai....Masih ada yg
tidak mau menitipin paketnya ?" Jelas
Pak Kyai tsb sambil tersenyum kepada
murid2 nya....
Para Santri terlihat mulai mengangguk2
anggukan kepalanya tanda mulai
menyimak dan mengerti maksud
kiasan yg disampaikan oleh Guru
mereka....
" Masalah apakah peminta-minta tsb
layak atau tidak diberi sedekah,
janganlah kita jadikan alasan utk tidak
memberi...." Lanjut Pak Kyai.
" Tidak ada orang yg mau
menghinakan diri utk meminta2 kalau
memang ada pilihan yang lebih
baik....yang jelas kita berniat utk
bersedekah...biarlah Allah yg menilai
keikhlasan dari Sedekah
kita....bukankah perbuatan baik atau
tdk seseorang tsb dinilai dari niatnya ?"
Kata Pak Kyai tsb memperjelas
ceramahnya.
Seorang Ulama Besar, Syaikh Abdul
Qadir Jailani pernah berkata :
" Jangan menolak dan mengusir
peminta-minta, sementara engkau
sanggup memberikan sesuatu baik
sedikit ataupun banyak"
" Sukailah kebiasaan memberi kepada
orang lain, karena ALLAH sangat
senang 'memberi'. dan bersyukurlah,
karena ALLAH telah menjadikanmu
mampu untuk memberi "
" Celakalah jika engkau menolak
peminta-minta, sementara peminta-
minta itu adalah hadiah dari ALLAH
dan engkau mampu untuk
memberinya "
Setelah mendengar wejangan sang
Guru secara panjang lebar, Kini semua
santri mulai paham betapa pentingnya
bersedekah, dan mereka sangat
senang dan bangga memiliki guru
sebijak Pak Kyai mereka yg selalu bisa
menjelaskan setiap pertanyaan yg
diajukan secara sederhana dan contoh
yang jelas...shg sangat mudah di
pahami dan diamalkan.
Bagaimana dengan kita...?
Masih enggan untuk bersedekah dan
membantu sesama ?

Senin, 04 Februari 2013

First day TO

Bismillah...
Aku kayak nggak percaya deh,masak hari ini udah TO.cepet bgt sih,ciyusss nggak sih ? *alay on
secara materi belum semuanya diungkap secara lebih,masak iya udah TO aja.
oke,fighter dmna2 hrus berjuang !!!
AKU MAU LULUS UN 2013 !!! DAN HARUS LULUS !!!
Hari ini jadwal TO nya bahasa indonesia,mata pelajaran yang banyak temenku bilang, "bahasa indonesia itu yang dipelajari apa ya? bingung nih" ya aku sih kadang juga mikir gitu,yang penting kita belajar sesuai KISI-KISI UN yg terbaru aja.
Masuk ruang tes nya itu kira kira pukul 08.00 WIB,padahal ini masih setengah tujuh,kebayang masih berapa jam lagi mulainya,,aku mulai ngebayangin suasana tanggal 15 april besok sambil memegang buku detik2 bahasa indonesiaku,menatap ruangan dimana aku duduk paling depan deret ke 2 deket pintu masuk.Sebenarnya sih nggak masalah mau duduk di depan atau belakang,ini kan TO.Ini adalah ajang kita untuk mengukur sejauh mana kemampuan kita TANPA MENCONTEK TEMAN!!! .
percuma dong,diadain TO tpi kita ttep nyontek,mending gk ush ikut TO sekalian -,- .
UN juga bakal 20 paket,jadi kita harus latihan mengerjakan sendiri.
OPTIMIS,KITA PASTI BISA !!!
SEMANGAT FOR UN 2013 !!

                                    fighterUN'13,@Restusyamsi :*

Jumat, 28 Desember 2012

DIALOG PRIA INGGRIS DENGAN SEORANG SYAIKH

Dialog ini hanya sekedar gambaran,
bagaimana Islam memberlakukan
wanita. Disamping hukumnya dalam
Islam telah jelas, dan Islam
memuliakan kaum Wanita. Alangkah
baiknya jika dialog dengan logika ini
bisa dijadikan cerminan pula dalam
menyampaikan kebenaran. Silahkan
disebar di BM, SMS, Yahoo Chat,
Whatsup Android dan sejenisnya,
selamat menikmati eh mengikuti
Barakallaah :
Ada seorang pria inggris bertanya
kepada seorang Syaikh dari Makkah,
dengan pertanyaan sbb : Hallo Syaikh,
Why, Ehm ..Kenapa dalam Islam wanita
tdk boleh bersentuhan dengan
sembarang pria ?
Syaikh menjawab: Bisakah kamu
berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?
Lelaki inggris menjawab: Oh tentu tidak
bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa
berjabat tangan dengan ratu
Syaikh tersenyum & berkata: Wanita2
kami (Kaum muslimin) adalah para
ratu, & ratu tidak boleh bersentuhan
dengan pria sembarangan (yg bukan
mahramnya)
Lalu si inggris bertanya lagi : Kenapa
perempuan Islam menutupi tubuh dan
rambut mereka?
Syekh tersenyum dan punya 2 permen,
ia membuka yang pertama terus yang
satu lagi tertutup. dia melemparkan
keduanya kelantai.
Syaikh bertanya: Jika saya meminta
anda untuk mengambil satu permen,
mana yang anda pilih?
Si inggris menjawab: Yang tertutup..
Syeikh berkata: Itulah cara kami
memperlakukan dan melihat
perempuan kami
Si Inggris menjawab : Wow Islam is
Amazing.. Yaa Syaikh
---------------------------------------------
--------------------------
Ayo Istighfar 3x ramai-ramai kemudian
tulis Astaghfirullaah, Semoga kita
semua dijauhkan dari segala macam
bala, mulai..

...CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE part 2 ...

seisi ruangan
hening dan turut serta larut dalam
emosi kepedihan pak Habibie, apalagi
aku tanpa terasa air mata mulai
menggenang.
Dengan suara bergetar dan setengah
terisak pak Habibie melanjutkan…………
…………
“Dik, kalian tau……………..2 minggu
setelah ditinggalkan ibu…………suatu
hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki
dan berjalan mondar-mandir di ruang
keluarga sendirian sambil memanggil-
manggil nama ibu……… Ainun………
Ainun …………….. Ainun …………..saya
mencari ibu di semua sudut rumah.
Para dokter yang melihat
perkembangan saya sepeninggal ibu
berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam
waktu 3 bulan jika terus begini…………..’
mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus
tolong Habibie’.
Para Dokter dari Jerman dan Indonesia
berkumpul lalu saya diberinya 3
pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi
obat khusus sampai saya dapat
mandiri meneruskan hidup. Artinya
saya ini gila dan harus dirawat di
Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan
mengunjungi saya di rumah, saya
harus berkonsultasi terus-menerus
dengan mereka dan saya harus
mengkonsumsi obat khusus. Sama
saja, artinya saya sudah gila dan harus
diawasi terus……………
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka
untuk menuliskan apa saja mengenai
Ainun, anggaplah saya bercerita
dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang
ketiga……………………….”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat
sesuatu (kita yang biasa
mendengarkan beliau juga pasti
maklum bahwa gaya bicara pak
Habibie seperti meloncat kesana-
kemari dan kadang terputus karena
proses berpikir beliau sepertinya lebih
cepat dibandingkan kecepatan
berbicara dalam menyampaikan
sesuatu) …………………. ia melanjutkan
pembicaraannya;
“Dik, hari ini persis 600 hari saya
ditinggal Ainun…………..dan hari ini
persis 597 hari Garuda Indonesia
menjemput dan memulangkan ibu
Ainun dari Jerman ke tanah air
Indonesia…….
Saya tidak mau menyampaikan ucapan
terima kasih melalui surat…………. saya
menunggu hari baik, berminggu-mingg
u dan berbulan-bulan untuk mencari
momen yang tepat guna
menyampaikan isi hati saya. Hari ini
didampingi anak saya Ilham dan
keponakan saya, Adri maka saya,
Habibie atas nama seluruh keluarga
besar Habibie mengucapkan terima
kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda
Indonesia telah mengirimkan sebuah
Boeing B747-400 untuk menjemput
kami di Jerman dan memulangkan ibu
Ainun ke tanah air bahkan
memakamkannya di Taman Makam
Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan
besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi,
saya mengucapkan terima kasih atas
bantuan Garuda Indonesia”
Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak
kuasa lagi membendung air
mata…………………………
Setelah jeda beberapa waktu, pak
Habibie melanjutkan pembicaraannya;
“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati
kepada Ainun, lalu beberapa kerabat
menyarankan agar semua tulisan saya
dibukukan saja, dan saya
menyetujui…………………
Buku itu sebenarnya bercerita tentang
jalinan kasih antara dua anak manusia.
Tak ada unsur kesukuan, agama, atau
ras tertentu. Isi buku ini sangat
universal, dengan muatan budaya
nasional Indonesia. Sekarang buku ini
atas permintaan banyak orang telah
diterjemahkan ke beberapa bahasa,
antara lain Inggris, Arab, Jepang…..
(saya lupa persisnya, namun pak
Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa
asing).
Sayangnya buku ini hanya dijual di satu
toko buku (pak Habibie menyebut
nama satu toko buku besar), sudah
dicetak 75.000 eksemplar dan langsung
habis. Banyak orang yang ingin
membaca buku ini tapi tak tahu
dimana belinya. Beberapa orang di
daerah di luar kota besar di Indonesia
juga mengeluhkan dimana bisa beli
buku ini di kota mereka.
Dik, asal you tahu…………semua uang
hasil penjualan buku ini tak satu
rupiahpun untuk memperkaya Habibie
atau keluarga Habibie. Semua uang
hasil penjualan buku ini dimasukkan ke
rekening Yayasan yang dibentuk oleh
saya dan ibu Ainun untuk menyantuni
orang cacat, salah satunya adalah para
penyandang tuna netra. Kasihan
mereka ini sesungguhnya bisa bekerja
dengan nyaman jika bisa melihat.
Saya berikan diskon 30% bagi pembeli
buku yang jumlah besar bahkan saya
tambahkan lagi diskon 10% bagi
mereka karena saya tahu, mereka
membeli banyak buku pasti untuk
dijual kembali ke yang lain.
Sekali lagi, buku ini kisah kasih
universal anak manusia dari sejak tidak
punya apa-apa sampai menjadi
Presiden Republik Indonesia dan Ibu
Negara. Isinya sangat inspiratif……………
….”
***
Saya menuliskan kembali pertemuan
pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda
Indonesia karena banyak kisah
inspiratif dari obrolan tersebut yang
barangkali berguna bagi siapapun yang
tidak sempat menghadiri pertemuan
tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada
kekurangan penulisan disana-sini
karena tulisan ini disusun berdasarkan
ingatan tanpa catatan maupun
rekaman apapun.
Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo
***
Cerita itu saya kutip dari notes
facebook disini, sebuah renungan yang
seharusnya menjadi perhatian bagi
kita. Betapa menyedihkan sebuah
bangsa yang tak pernah menghargai
orang berilmu! Tak pernah memberi
kesempatan kepada anak bangsa
untuk menjadikan bangsanya mandiri!
Entah ada apa dengan negara ini…!
Entah dimana mata dan telinga para
penguasa diletakkan!
Saya seorang peneliti, yang tahu betul
bagaimana kami dilatih untuk
bertindak. Bahwa kami harus
melakukan segala macam upaya agar
output yang dihasilkan adalah output
yang QCD!
Tak sekali dua kali proposal yang
sudah kami susun berhari-hari bahkan
berminggu-minggu mengalami
pernyempurnaan di segala sisi? Tak
sekali dua kali para evaluator selalu
menjadi pendamping kami dalam
melaksanakan serangkaian percobaan.
Tak sedikit pikiran dan tenaga kami
habis untuk bagaimana selalu
menyempurnakan metode hingga
output tercapai. Kami juga kadang tak
berontak saat kerja bertahun-tahun
tapi gaji yang kami dapat hanya setara
dengan goyangan ngebor Inul satu
jam! dan yang lebih menyedihkan,
karya kami hanya mendapat cibiran,
jika tidak akhirnya dipinggirkan!
Entah apa yang ada di benak para
penguasa negeri ini! sepertinya posisi
orang berilmu memang sudah tak lagi
mendapat tempat, jadi siapa yang
salah jika akhirnya mereka mencari
tempat lain?
Dan saya perempuan, dan seorang
muslimah. Maka apapun profesi saya,
saya tetaplah muslimah dan
perempuan. Seseorang yang
mendapat kehormatan dan kemuliaan
menjadi seorang Ummu warobatul
bait, Istri sekaligus Ibu dan pengatur
rumah tangga.
Maka jika aktivitas dan profesi yang
kutekuni menjadikanku abai terhadap
peranku, aku akan meninggalkannya
dan memilih tempat yang lebih
memuliakanku, yaitu menjadi Ibu dan
pengatur rumah tangga. Bukan
seorang Ibu semu, yang hanya
berperan melahirkan dan memberi
makan, tanpa pernah menjadi teladan,
pengajar, pendengar dan teman untuk
anak-anaknya…
Dan entah apa yang ada di benak para
penguasa negeri ini, jika RUU
Kesetaraan Gender lalu diketok palu
menjadi UU!… bersiaplah menjadi
orang-orang yang menggoreskan
catatan sedih, dengan kebijakan negeri
ini…
***
.... Segala puji bagi Allah, yang dengan
nikmat-Nya sempurnalah semua
kebaikan ....
... Semoga tulisan ini dapat membuka
pintu hati kita yang telah lama
terkunci ...

Sumber : Fp islami :)

...CATATAN SEDIH SEORANG B.J HABIBIE ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pada
usianya 74 tahun, mantan Presiden RI,
BJ Habibie secara mendadak
mengunjungi fasilitas Garuda
Indonesia didampingi oleh putra
sulung, Ilham Habibie dan
keponakannya, Adri Subono, juragan
Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan
disambut oleh President & CEO,
Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh
Direksi dan para VP serta Area Manager
yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video
mengenai Garuda Indonesia
Experience dan presentasi perjalanan
kinerja Garuda Indonesia sejak tahun
2005 hingga tahun 2015 menuju
Quantum Leap.
Sebagai “balasan” pak Habibie
memutarkan video tentang
penerbangan perdana N250 di
landasan bandara Husein
Sastranegara, IPTN Bandung tahun
1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).
Entah, apa pasalnya dengan memutar
video ini?
Video N250 bernama Gatotkaca terlihat
roll-out kemudian tinggal landas
secara mulus di-escort oleh satu
pesawat latih dan sebuah pesawat
N235. Pesawat N250 jenis Turboprop
dan teknologi glass cockpit dengan
kapasitas 50 penumpang terus
mengudara di angkasa Bandung.
Dalam video tsb, tampak hadirin yang
menyaksikan di pelataran parkir, antara
lain Presiden RI Bapak Soeharto dan
ibu, Wapres RI bapak Soedarmono,
para Menteri dan para pejabat teras
Indonesia serta para teknisi IPTN.
Semua bertepuk tangan dan
mengumbar senyum kebanggaan atas
keberhasilan kinerja N250. Bapak
Presiden kemudian berbincang melalui
radio komunikasi dengan pilot N250
yang di udara, terlihat pak Habibie
mencoba mendekatkan telinganya di
headset yang dipergunakan oleh
Presiden Soeharto karena ingin ikut
mendengar dengan pilot N250.
N250 sang Gatotkaca kembali
pangkalan setelah melakukan
pendaratan mulus di
landasan………………
Di hadapan kami, BJ Habibie yang
berusia 74 tahun menyampaikan cerita
yang lebih kurang sbb:
“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus
SMA tahun 1954!” beliau membuka
pembicaraan dengan gayanya yang
khas penuh semangat dan memanggil
semua hadirin dengan kata “Dik”
kemudian secara lancar beliau
melanjutkan……………..
“Presiden Soekarno, Bapak
Proklamator RI, orator paling unggul,
…….itu sebenarnya memiliki visi yang
luar biasa cemerlang! Ia adalah
Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu
persis sebagai Insinyur………Indonesia
dengan geografis ribuan pulau,
memerlukan penguasaan Teknologi
yang berwawasan nasional yakni
Teknologi Maritim dan Teknologi
Dirgantara.
Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI.
Para pelajar SMA unggulan
berbondong-bondong disekolahkan
oleh Presiden Soekarno ke luar negeri
untuk menimba ilmu teknologi Maritim
dan teknologi dirgantara.
Saya adalah rombongan kedua
diantara ratusan pelajar SMA yang
secara khusus dikirim ke berbagai
negara. Pendidikan kami di luar negeri
itu bukan pendidikan kursus kilat tapi
sekolah bertahun-tahun sambil bekerja
praktek. Sejak awal saya hanya tertarik
dengan ‘how to build commercial
aircraft’ bagi Indonesia.
Jadi sebenarnya Pak Soeharto,
Presiden RI kedua hanya melanjutkan
saja program itu, beliau juga bukan
pencetus ide penerapan ‘teknologi’
berwawasan nasional di Indonesia.
Lantas kita bangun perusahaan-peru
sahaan strategis, ada PT PAL dan salah
satunya adalah IPTN”.
“Sekarang Dik,…………anda semua lihat
sendiri…………..N250 itu bukan pesawat
asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah
terbang tanpa mengalami ‘Dutch
Roll’ (istilah penerbangan untuk
pesawat yang ‘oleng’) berlebihan,
tenologi pesawat itu sangat canggih
dan dipersiapkan untuk 30 tahun
kedepan, diperlukan waktu 5 tahun
untuk melengkapi desain awal, satu-
satunya pesawat turboprop di dunia
yang mempergunakan teknologi ‘Fly by
Wire’ bahkan sampai hari ini.
Rakyat dan negara kita ini
membutuhkan itu! Pesawat itu sudah
terbang 900 jam (saya lupa persisnya
900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi
masuk program sertifikasi FAA. IPTN
membangun khusus pabrik pesawat
N250 di Amerika dan Eropa untuk
pasar negara-negara itu.Namun, orang
Indonesia selalu saja gemar bersikap
sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa
mungkin orang Indonesia bikin
pesawat terbang?”
Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar
IPTN ditutup dan begitu pula dengan
industri strategis lainnya.
“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3
negara yang menutup industri
strategisnya, satu Jerman karena
trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan
Indonesia………….”
“Sekarang, semua tenaga ahli
teknologi Indonesia terpaksa diusir dari
negeri sendiri dan mereka bertebaran
di berbagai negara, khususnya pabrik
pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan
Eropa…………….”
“Hati siapa yang tidak sakit
menyaksikan itu semua…………………?”
“Saya bilang ke Presiden, kasih saya
uang 500 juta Dollar dan N250 akan
menjadi pesawat yang terhebat yang
mengalahkan ATR, Bombardier,
Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu
tergantung dengan negara manapun”.
“Tapi keputusan telah diambil dan para
karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu
harus mengais rejeki di negeri orang
dan gilanya lagi kita yang beli pesawat
negara mereka!”
Pak Habibie menghela
nafas…………………..
***
Ini pandangan saya mengenai cerita
pak Habibie di atas;
Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan
oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu,
Capt. Susatyawanto untuk masuk
sebagai salah satu anggota tim Airline
Working Group di IPTN dalam kaitan
produksi pesawat jet sekelas B737
yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas
130 penumpang).
Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk
sebagai Co-Chairman Preliminary Flight
Deck Design N2130 yang langsung
bekerja dibawah kepala proyek N2130
adalah Ilham Habibie. Kala itu N250
sedang uji coba terus-menerus oleh
penerbang test pilot (almarhum)
Erwin.
Saya turut mendesain rancang-bangun
kokpit N2130 yang serba canggih
berdasarkan pengetahuan teknis saat
menerbangkan McDonnel Douglas
MD11. Kokpit N2130 akan menjadi
mirip MD11 dan merupakan kokpit
pesawat pertama di dunia yang
mempergunakan LCD pada panel
instrumen (bukan CRT sebagaimana
kita lihat sekarang yang ada di pesawat
B737NG).
Sebagian besar fungsi tampilan layar di
kokpit juga mempergunakan “track ball
atau touch pad” sebagaimana kita lihat
di laptop.
N2130 juga merupakan pesawat jet
single aisle dengan head room yang
sangat besar yang memungkinkan
penumpang memasuki tempat duduk
tanpa perlu membungkukkan badan.
Selain high speed sub-sonic, N2130
juga sangat efisien bahan bakar karena
mempergunakan winglet, jauh
sebelum winglet dipergunakan di
beberapa pesawat generasi masa kini.
Saya juga pernah menguji coba
simulator N250 yang masih prototipe
pertama……………..
N2130 narrow body jet engine dan
N250 twin turboprop, keduanya sangat
handal dan canggih kala itu………
bahkan hingga kini.
Lamunan saya ini, berkecamuk di
dalam kepala manakala pak Habibie
bercerita soal N250, saya memiliki
kekecewaan yang yang sama dengan
beliau, seandainya N2130 benar-benar
lahir………….kita tak perlu susah-susah
membeli B737 atau Airbus 320.
***
Pak Habibie melanjutkan
pembicaraannya………………..
“Hal yang sama terjadi pada prototipe
pesawat jet twin engines narrow body,
itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala
Proyek N2130. Ia bukan karena anak
Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah
khusus mengenai manufakturing
pesawat terbang, kalau saya
sebenarnya hanya ahli dalam bidang
metalurgi pesawat terbang. Kalau saja
N2130 diteruskan, kita semua tak perlu
tergantung dari Boeing dan Airbus
untuk membangun jembatan udara di
Indonesia”.
“Dik, dalam industri apapun kuncinya
itu hanya satu QCD,
Q itu Quality, Dik, anda harus buat
segala sesuatunya berkualitas tinggi
dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan
harga serendah mungkin agar mampu
bersaing dengan produsen sejenis? D
itu Delivery, biasakan semua produksi
dan outcome berkualitas tinggi dengan
biaya paling efisien dan disampaikan
tepat waktu!Itu saja!”
Pak Habibie melanjutkan penjelasan
tentang QCD sbb:
“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1,
C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1
pula, jika dijumlah maka menjadi 3.
Tapi cara kerja QCD tidak begitu
Dik………….organisasi itu bekerja saling
sinergi sehingga yang namanya QCD
itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau
bahkan 30.000 sangat tergantung
bagaimana anda semua
mengerjakannya, bekerjanya harus
pakai hati Dik………………”
Tiba-tiba, pak Habibie seperti
merenung sejenak mengingat-ingat
sesuatu ………………………
“Dik, ……….saya ini memulai segala
sesuatunya dari bawah, sampai saya
ditunjuk menjadi Wakil Dirut
perusahaan terkemuka di Jerman dan
akhirnya menjadi Presiden RI, itu
semua bukan kejadian tiba-tiba.
Selama 48 tahun saya tidak pernah
dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu
Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja
saya pergi dengan penuh kasih sayang
dan rasa sabar.
Dik, kalian barangkali sudah biasa
hidup terpisah dengan istri, you pergi
dinas dan istri di rumah, tapi tidak
dengan saya. Gini ya…………saya mau
kasih informasi……….. Saya ini baru
tahu bahwa ibu Ainun mengidap
kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak
pernah ada tanda-tanda dan tak
pernah ada keluhan keluar dari
ibu……………………”
Pak Habibie menghela nafas panjang
dan tampak sekali ia sangat emosional
serta mengalami luka hati yang
Mendalam......

Kamis, 27 Desember 2012

HARUSKAH MEMBERI PEMINTA- MINTA ?

Di Sebuah Pengajian salah seorang
Santri bertanya kepada gurunya :
" Guru, mengapa kita perlu
bersedekah ? Haruskah kita memberi
kepada peminta-minta yg sering
mendatangi rumah kita ? Padahal kita
tdk yakin apakah mereka itu layak atau
tidak diberi sedekah ?..."
Sang Kyai yg bijak tsb sambil
tersenyum menjawab....
"Kalau kita ingin mengirim sesuatu ke
tempat yg jauh lewat ekspedisi, kira-2
perlu biaya yg mahal nggak ya ? "
"Oh Iya pasti Guru ...biayanya pasti
mahal karena alamat yg dituju sangat
jauh" jawab salah seorang santri.
" Oke, nah sekarang Guru tanya, jika
ternyata ada orang yg datang ke rumah
kita dan dia bersedia mengantarkan
paket kita ke tempat yg jauh tsb , dan
sama sekali tdk dipungut biaya alias
Gratis, ada yang mau nggak " tanya Pak
Kyai tsb kemudian.
" Ya tentu kita semua mau Guru"
jawab beberapa santri hampir
berbarengan.
" Nah, begitulah seharusnya... Paket itu
bisa kita umpamakan dgn sedekah
kita .....Kita semua disini meyakini utk
hidup selamat nantinya dikehidupan
abadi kelak setelah kita mati,... maka
kita perlu banyak membawa bekal ke
akhirat termasuk sedekah kita.......Ada
yang tahu diantara santri2 ku sekarang
ini, persisnya di mana akhirat itu ? Jauh
apa dekat ya ?" Tanya sang Guru lagi.
Semua Santri terdiam...karena
memang tdk ada yg tahu jawabannya...
"Nah.....peminta-minta tsb bisa kita
samakan dgn orang yg datang ke
rumah kita... dan dia mau
mengantarkan paket atau sedekah kita
ke akhirat yang kita sendiri tidak tahu
berapa jauh dan dimana akhirat itu,...
secara gratis lagi tanpa dipungut biaya
seperserpun ..., dan hanya peminta2
itulah yang tahu persis
alamatnya....bahkan dia menjamin
paket tsb pasti sampai....Masih ada yg
tidak mau menitipin paketnya ?" Jelas
Pak Kyai tsb sambil tersenyum kepada
murid2 nya....
Para Santri terlihat mulai mengangguk2
anggukan kepalanya tanda mulai
menyimak dan mengerti maksud
kiasan yg disampaikan oleh Guru
mereka....
" Masalah apakah peminta-minta tsb
layak atau tidak diberi sedekah,
janganlah kita jadikan alasan utk tidak
memberi...." Lanjut Pak Kyai.
" Tidak ada orang yg mau
menghinakan diri utk meminta2 kalau
memang ada pilihan yang lebih
baik....yang jelas kita berniat utk
bersedekah...biarlah Allah yg menilai
keikhlasan dari Sedekah
kita....bukankah perbuatan baik atau
tdk seseorang tsb dinilai dari niatnya ?"
Kata Pak Kyai tsb memperjelas
ceramahnya.
Seorang Ulama Besar, Syaikh Abdul
Qadir Jailani pernah berkata :
" Jangan menolak dan mengusir
peminta-minta, sementara engkau
sanggup memberikan sesuatu baik
sedikit ataupun banyak"
" Sukailah kebiasaan memberi kepada
orang lain, karena ALLAH sangat
senang 'memberi'. dan bersyukurlah,
karena ALLAH telah menjadikanmu
mampu untuk memberi "
" Celakalah jika engkau menolak
peminta-minta, sementara peminta-
minta itu adalah hadiah dari ALLAH
dan engkau mampu untuk
memberinya "
Setelah mendengar wejangan sang
Guru secara panjang lebar, Kini semua
santri mulai paham betapa pentingnya
bersedekah, dan mereka sangat
senang dan bangga memiliki guru
sebijak Pak Kyai mereka yg selalu bisa
menjelaskan setiap pertanyaan yg
diajukan secara sederhana dan contoh
yang jelas...shg sangat mudah di
pahami dan diamalkan.
Bagaimana dengan kita...?
Masih enggan untuk bersedekah dan
membantu sesama ?

 

Profilku

Foto Saya
aku suka menulis,tulisan pertamaku dimuat di majalah story "oktober 2013" aku menyukai hal-hal yang langka,suka menyanyi,dan aku mengagumi dia... (early childhood edu UNS 13)
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers